Ciko_dan_Kantung_Ajaib_Ayah

Ciko dan Kantung Ajaib Ayah (Edisi 2026-2)

Di salah satu perairan laut dangkal yang hangat di Tanah Air, hiduplah seekor anak kuda laut yang ceria bernama Ciko. Ciko tinggal di terumbu karang bersama ibu dengan ayah yang menjaga adik-adiknya. Ciko bersekolah di Sekolah Terumbu bersama Gobin dan Pipin, dua ekor ikan badut.

Sepulang sekolah, Ciko, Pipin, dan Gobin berenang bersama. Di perjalanan pulang, mereka bertemu dengan Ayah Ciko yang sedang membawa adik-adik Ciko di kantung perutnya. Gobin dan Pipin terheran dengan pemandangan itu.

“Ciko, kok, keluarga kamu aneh,” ucap Gobin terheran. ”Iya, berbeda dengan kita, kenapa ayahmu yang mengandung?” tambah Pipin.

Emang ayah kalian tidak?” balas Ciko dengan nada kesal.

”Tentu tidak,” jawab Gobin.

“Ibu kami yang mengandung dan menjaga kami ketika bayi. Ayahmu berbeda sekali Ciko,” balas Gobin.

Mendengar itu, Ciko tidak terima dan merasa sangat marah kepada Gobin dan Pipin. Namun, dengan cepat, Ayah Ciko menengahi perdebatan tiga sekawan itu.

”Anak-anak.” kata Ayah Ciko dengan tenang. ”Benar sekali bahwa kami kuda laut tentu berbeda dengan kalian, ikan badut. Kami para ayah, menjaga anak-anak kami di kantung ajaib perut kami sampai mereka bisa berenang sendiri.”

Ciko mengangguk setuju. ”Peran ayahku mengandung dan menjaga adik-adikku dengan keberanian, sementara ibumu menjaga kalian sampai menetas. Dan, itu sama-sama penting dan setara,” kata Ciko.

Gobin dan Pipin terdiam memikirkan perkataan Ciko. Benar adanya peran orangtua mereka tidaklah berbeda. Keluarga Ciko memang ada perbedaan, tetapi tidak seharusnya itu disebut aneh.  Gobin dan Pipin menyesal lalu meminta maaf kepada Ciko dan ayahnya.

“Ayah Ciko, Ciko, kami minta maaf sudah mengejek keluargamu hanya karena berbeda dengan kami,” ucap Gobin lirih.

“Iya, Ciko, kami minta maaf karena ternyata ayahmu sangat hebat. Kami tidak mengerti dan mengejek, padahal perbedaan seperti itu sangatlah wajar dan harus dihargai,” tambah Pipin.

Ayah Ciko tersenyum melihat tiga sekawan kembali ceria setelah mempelajari hal-hal yang baik tentang perbedaan mereka.

”Penghuni laut berbeda karena memiliki keunikan masing-masing. Itu juga yang membuat laut terasa lebih indah. Pintar sekali Gobin dan Pipin karena saat perbedaan diterima dengan hati terbuka, di situlah kita mengetahui arti dan indahnya kesetaraan,” kata ayah ciko.

Di dunia bawah laut hingga daratan yang penuh warna, setiap makhluk memiliki peran dan cara hidupnya sendiri.

Tanggal terbit: Klasika Kompas, 10-01-2026
Pengarang: Vallerye Sabrina A
Editor: Yudi Suharso
Pendongeng: Paman Gery (Instagram: @paman_gery)
Ilustrasi: Regina Primalita
Tema: Keberanian, Keingintahuan