Corat_Coret

Corat-coret (Edisi 2025-37)

Pagi yang cerah, Kak Fitri menunggu seseorang di balik pilar bangunan SLB, sekolahnya. Ia memegang buku yang penuh coretan. Coretan itu berbentuk garis lurus ke samping, garis dari kiri ke kanan.

Setiap kali ada yang datang, Kak Fitri melihat ke arah gerbang sekolah. “Kapan, ya, datangnya?” gumamnya.

Tiba-tiba muncul becak yang berhenti di depan gerbang sekolah. Adik kelasnya, Zaidan, sudah datang menggunakan becak!

Kak Fitri membantu Zaidan menuju kelas, lalu membantunya memindahkan sarapan yang terbungkus ke piring. Sembari menemani Zaidan sarapan, mereka mengobrol kecil mengenai buku yang dipegangnya.

Ketika berbaris, mereka juga saling membantu. Zaidan mengarahkan Kak Fitri untuk berbaris di sampingnya dengan rapi. Namun, kali ini, Kak Fitri berdiri di belakangnya. Kak Fitri membuat isyarat garis lurus dari atas ke bawah.

Belajar adalah hal paling ditunggu. Ketika jam istirahat, Kak Fitri mengajak Zaidan ke halaman sekolah untuk belajar corat-coret di buku yang dipegangnya. Kak Fitri membuat isyarat garis lurus dari atas ke bawah, sama seperti saat berbaris tadi pagi.

Zaidan belum mengerti maksudnya. Kak Fitri membuka buku dan membuat contoh membuat coretan garis lurus dari atas ke bawah.

Ternyata Zaidan belum bisa. Kak Fitri lalu membimbingnya. Selama jam istirahat, mereka asyik dengan coretan baru di bukunya. Sehingga tak terasa waktunya kembali ke kelas.

Keesokan harinya, hujan turun cukup deras. Kak Fitri lama menunggu sampai becak yang ditumpangi Zaidan datang juga!

Kak Fitri membantunya turun dari becak dengan menyodorkan payung. Mereka menuju ke kelas. Kak Fitri menemani Zaidan sarapan dan mengobrol  tentang coretan kemarin.

Saat jam istirahat, Kak Fitri menguji coretan garis ke samping kepada Zaidan. Ternyata, ia sudah bisa meski coretannya belum terlalu lurus.

Di halaman sekolah, ada genangan air berbentuk lingkaran. Kak Fitri berjalan mengitari lingkaran tersebut, membentuk sebuah lingkaran. Ia juga memberi isyarat kepada Zaidan untuk membuat coretan garis berbentuk lingkaran.

Zaidan berusaha untuk mencoba, dan Kak Fitri membimbingnya. Tidak hanya di buku, mereka berselancar juga di papan tulis. Mereka asyik corat-coret dengan spidol Bu Guru yang ketinggalan di atas meja. Sampai waktunya mereka dijemput untuk pulang ke rumah.

Keesokan harinya, Bu Guru terkejut melihat papan tulis yang penuh coretan, ada coretan garis lurus ke samping, garis lurus ke bawah, dan garis lingkaran. Dari coretan tersebut, ada yang berbentuk gambar dan juga terbentuk beberapa huruf yang sumbang. Bu Guru tersenyum bangga melihat hasil karya Kak Fitri dan Zaidan, dua siswa tunarungu muridnya.*

Tanggal terbit: Klasika Kompas, 28-12-2025
Pengarang: Ade Setiawati
Editor: Yudi Suharso
Pendongeng: Paman Gery (Instagram: @paman_gery)
Ilustrasi: Regina Primalita
Tema: Empati, Kegigihan, Tolong-menolong