Keinginan atau Janji? (Edisi 2026-12)
“Mau ke Maaaal!” teriak Rio di suatu pagi. Wah, berubah lagi keinginannya. Semalam dia bilang ingin ikut ke pantai bersama keluarga. Burung-burung di luar jendela jadi terkejut dan terbang ke rumah tetangga gara-gara teriakan Rio.
Adik Rio yang bernama Yasmin sedang memilih baju apa yang akan dia pakai. Dia bingung mau mengenakan kaus warna ungu atau biru. Sementara itu, ayah dan ibu sibuk di dapur membuat bekal.
“Ayah, kita ke Mal saja membeli mainan,” rengek Rio. Dia teringat mobil-mobilan milik Dika, teman sekolahnya. Rio mau punya juga.
“Nak, kemarin kita sudah sepakat mau ke pantai bersama Eyang,” jawab ayah sambil mengaduk nasi di wajan.
Aroma nasi yang telah diberi saus tomat keluar hingga ke halaman belakang.
Rio menggelayuti tangan ayah yang sedang tidak memegang spatula. “Ayolah, Ayah. Kan, tinggal pergi saja,” kata Rio memelas. Bagi Rio, berganti rencana bukan hal besar. Kalau Eyang atau Yasmin tidak mau ikut, ya, ditinggal saja.
Yasmin akhirnya memutuskan untuk memakai kaus ungu. Kaus ungu bergambar putri duyung sangat pas untuk dipakai ke laut.
Yasmin menghampiri ibu yang sedang mengoles selai srikaya di roti panggang. “Ibu, jadi ke pantai?” tanyanya. Tangan Yasmin membelai ekor putri duyung di kausnya yang dihiasi renda dan bubuk kerlip.
“Ayo, kita berkumpul di ruang keluarga,” ajak ibu.
Semua anggota keluarga telah berkumpul di atas karpet. Mereka duduk melingkar. Di luar sana terdengar kicauan burung yang saling bersahutan.
“Karena Rio tiba-tiba mengusulkan pergi ke Mal, sedangkan kita sudah berencana pergi ke pantai, kita diskusi dahulu, yuk!” ujar ayah.
“Kenapa Rio mau pergi ke Mal?” tanya eyang.
Rio menjawab bahwa dia ingin membeli mainan mobil yang mirip dengan punya Dika.
Yasmin jadi kesal. Dia sangat ingin pergi ke pantai. Dia mau bertanya pada makhluk laut apakah putri duyung itu nyata atau tidak.
“Karena kita sudah berjanji pada Yasmin dan Eyang sejak minggu lalu bahwa hari ini kita piknik di pantai, bagaimana kalau kita pergi ke Mal di lain waktu?” tanya ibu.
“Kenapa?” tanya Rio.
Ayah pun menjelaskan bahwa selain karena janji harus ditepati, di pantai ada banyak wahana. Siapa tahu Rio akan merasa lebih senang berlibur di pantai setelah sekian lama tidak bermain di alam.
“Hmmm… begitu, ya?” Rio jadi berpikir ulang. Apalagi kata ayah, di pantai, ayah berencana membonceng Rio naik ATV (sebuah sepeda motor roda empat untuk segala medan). Wow! Rio belum pernah naik ATV menyusuri pasir pantai. Kedengarannya seru!
Setelah Rio selesai menimbang-nimbang, akhirnya dia memutuskan untuk mengikuti rencana keluarga. Dia bisa pergi ke mal bersama keluarga pada hari lain.*