Nyamuk Mengamuk (Edisi 2026-1)
Gawat, lagi-lagi ada yang tidak masuk sekolah karena sakit. Apa karena demam berdarah lagi, ya?
“Iris kenapa?” tanya teman-teman lain pada Alvin.
“Masuk rumah sakit semalam. Mau menjenguknya?” ajak Alvin. Mereka mengangguk mengiyakan.
Alvin dan teman-teman sekelas membawakan Iris makanan kesukaannya: pempek khas Bontang yang dijual di kantin sekolah.
Ibu Iris mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf karena perut Iris sakit. Kemungkinan Iris hanya akan mencicipi pempek tersebut dan tidak bisa menghabiskan semuanya.
Ibu Iris menjelaskan bahwa selain tanda bintik merah di kulit, demam berdarah juga memiliki gejala lain, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta nyeri perut.
“Semua hanya gara-gara seekor nyamuk belang hitam-putih yang berukuran kecil,” ucap Alvin. Alvin pernah melihat nyamuk itu ketika bermain di teras rumah.
”Dahulu kakakku juga pernah terkena demam berdarah,” ucap Rudi, yang berdiri di dekat Alvin.
”Kak Andi? Yang atlet basket itu?” ujar Alvin tidak percaya. Bagaimana bisa seorang atlet yang sehat dan bugar juga tidak kebal terhadap gigitan sang nyamuk kecil?
Malam harinya, Alvin dan kedua orangtuanya sedang menyaksikan berita di televisi. Pembawa berita kemudian menyebut-nyebut tentang hujan deras yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
“Di sini juga hampir setiap hari hujan. Semakin banyak suara dengung nyamuk yang mengamuk,” kata Bapak.
“Itulah mengapa sekarang banyak anak terkena demam berdarah,” timpal Ibu.
Ibu dan Bapak mengatakan bahwa nyamuk demam berdarah akan lebih mudah berkembang biak di musim hujan. Mereka menyukai genangan air sebagai tempat bertelur.
“Penasaran seperti apa bentuk jentik nyamuk? Yuk, besok ikut Bapak kerja bakti,” ajak Bapak.
Alvin bersiap dengan senter dan botol berisi bubuk larvasida di tangan. Pada kegiatan kerja bakti massal kali ini, dia akan fokus membasmi jentik nyamuk.
Berkat arahan bapak dan bantuan cahaya senter, Alvin jadi bisa melihat jentik di bak-bak penampungan dengan jelas. Jika ada penampungan air yang berjentik, dia akan menuang bubuk larvasida ke dalamnya untuk mematikan jentik.
Supaya bak itu tidak lagi menjadi tempat bertelur nyamuk, Alvin menutupnya dengan rapat. Bak penampungan juga harus rajin dikuras.
Alvin berharap, semua orang lebih waspada dengan nyamuk demam berdarah. Cara paling mudahnya adalah memantau jentik di rumah sendiri agar tidak ada lagi anak yang jatuh sakit akibat gigitan nyamuk.